“Tari Sang Hyang” Seni Pertunjukkan Kuno Nan Magis
Pementasan
Tari Sanghyang terkait dengan musim "grubug" atau musim penyakit cacar dan sampar.
Menurut lontar tantu pagelaran,
saat grubug para butakala berkeliaran mencari mangsa. Untuk itu
masyarakat menyajikan banten caru (sesaji)
dengan tunggul Gana Kumara dan
Tari Sanghyang.
Konon, para butakala sangatlah tertarik untuk menyaksikan Dewa Gana Kumara yang merupakan sang penghalau
kejahatan dan musuh segala bencana. Dengan begitu maka para butakala tidak akan
berani mengganggu ketentraman hidup manusia yang hidup di bumi ini (Disbud,
1999/2000:15).
Seperti hal nya Sanghyang Dedari Tarian Sanghyang Dedari, dilakukan sepasang penari cilik yang sebelumnya diupacarai dan dinyanyikan gending sanghyang dedari sampai pingsan suatu pertanda masukya roh dedari, di tempat menari kedua penari tersebut dalam keadaan tidak sadar menari-nari di atas pundak pria mengelilingi tempat pentas. Tujuan dari pementasan tari sanghyang dedari ini adalah memohon keselamatan dari bencana alam atau wabah penyakit.
Sumber: https://www.denpasarkota.go.id/seni/baca/8,https://www.kulo.my.id/2022/01/tari-sanghyang-bali.html
Bagusss
BalasHapusBagus kan saya jadi tau 👍
BalasHapusSaya jadi mengetahui tentang materi seperti ini Terima kasih
BalasHapusTerima kasih infonya kak👍
BalasHapusKBL !! KEREN BGT LHOOO
BalasHapusmantull nich
BalasHapusTopik di blog ini bagus" bgt yaa, seneng bacanya 😻
BalasHapusWow sangat menambah wawasan saya, terima kasih🙏
BalasHapusterimakasih atas informasinya. Sangat berguna untuk menambah wawasan.
BalasHapusTarian sakral harus sering dimuat supaya generasi muda mengenal budaya yang adiluhung ini
BalasHapus