Barong Brutuk, Tradisi Sakral Penghilang Wabah

 


Masyarakat Desa Trunyan melaksanakan upacara Ngusaba Gede Ratu Brutuk berpusat di Pura Pancering Jagat. para pemuda menarikan Barong Brutuk atau disebut sebagai Ratu Brutuk. Upacara Dewa Yadnya ini dilakukan setiap tahun.

Tapi, Barong Brutuk ditarikan setiap dua tahun sekali jika tak ada halangan. Sebelum tahun ini, Barong Brutuk telah lama vakum selama kurang lebih 16 tahun.“Dulu, ada bencana alam sekitar. Pohon beringin jatuh menimpa meru di jeroan pura ini, sehingga ambruk semua. Arca di dalamnya utuh, termasuk topengnya Ratu Brutuk,” jelas Jero Mangku Kaler, salah satu panitia upacara Ngusaba Gede Ratu Brutuk.

Barong Brutuk ditarikan oleh 19 penari. Penarinya adalah anggota perkumpulan pemuda atau disebut truna. Mereka adalah remaja laki-laki yang belum menikah. Sebelum menarikan Barong Brutuk, penarinya pantang melakukan tindakan seperti minum minuman beralkohol, main cewek dan mamotoh atau berjudi sabung ayam.Para penari akan mengenakan topeng dan pakaian.

 Topengnya terbuat dari tempurung kelapa. Pakaiannya berupa dedaunan pisang yang telah dikeringkan. Hampir seluruhnya adalah bahan yang berasal dari alam. “Secara ilmiah di daerah ini adalah pemakaman dikelilingi oleh pohon pisang. Apa yang ada di alam itu yang dimanfaatkan,” ungkap Jero Mangku Kaler.

Secara niskala, Barong Brutuk adalah simbol penguasa di Desa Trunyan ialah Ida Ratu Ayu Pingit Dalem Dasar (perempuan) dan Ratu Sakti Pancering Jagat (laki-laki) atau dalam prasasti disebut Ratu Datonta. sekala, Barong Brutuk menanamkan pengetahuan tentang leluhur kepada penerus mereka. “Barong Brutuk merupakan simbol pertemuan perempuan dan laki-laki sebagai proses kehidupan manusia. Dalam agama Hindu disebut Purusa dan Pradana,” tutur Jero Mangku Kaler

https://balebengong.id/barong-brutuk-sepenggal-cerita-dari-trunyan/

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kakawin Arjuna Wiwaha Wirama Manda Malon

Drama Tari Gambuh, Kesenian Bali Kuno nan Klasik

Wayang Wong Tejakula, Seni Klasik di Punggung Bali.